Informasi

Marhaban ya Romadhon, sebentar lagi akan datang bulan Suci Romadhon bagi Umat Muslim, saatnya persiapan mental dan prasarana ibadah. Mumpung masih jauh-jauh hari, segera lakukan perbaikan dari sekarang sebelum waktu dipakai bermasalah. Kami siap membantu baik pengadaan barang, renovasi atau sekedar konsultasi saja. Hubungi Telp Toko SELYA PRODUCT untuk pembelian barang di 021-87918341 atau email ke selya_product@yahoo.co.id Salam dan sukses

Kamis, 21 Februari 2013

Aplikasi Mic Confrence Wireless System

Dewasa ini kebutuhan akan mic confrence dalam rapat sudah menjadi bagian dari suksesnya pelaksanaan rapat itu sendiri.
Sound system yang kurang memadai akan mengganggu jalannya rapat.



Ada banyak tipe mic confrence yang dapat di pergunakan, mulai dari harga paling murah sampai harga yang paling tinggi.

Dalam kesempatan ini akan saya bahas mic confrence dengan biaya sedang, dan instalasi cepat dan mudah, yaitu Mic Confrence dengan sistim WIRELESS SYSTEM,  yaitu mic confrence tanpa kabel.

Ada keunggulan bila menggunakan mic confrence dengan wireless system :
1. Instalasi mic mudah dan cepat.
2. Instalasi rapi, karena tidak ada kabel yang melintas di meja
3. Mic dengan mudah bisa dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan

Untuk pilihan mic confrence wireless system, ada banyak pilihan.  Bisa menggunakan system Infra red atau frekuensi.

Kelemahan system infra red, yaitu memerlukan setting titik pemancar infra red diatas mic dengan tepat.  Bila penempatannya kurang tepat maka suara akan terputus.  Cara kerjanya seperti remote control pada TV, bila arahnya tidak tepat maka sinyal tidak tersalurkan ke amplifier, sehingga tidak ada suara (terputus).

Keunggulan wireless system dengan menggunakan frekuensi, cukup banyak kelebihannya dibanding kelemahannya yaitu :
> Receiver bisa disimpan di central operator / dalam rak system
> Mic bisa digeser-geser sesuai batas jangkauan frekuensinya.
> Penggunaan suara FM menjadikan suara bersih, bebas noise.

Ada 2 tipe frekuensi pancar mic wireless :
1. VHF  --> Very High Frekuensi,  yaitu frekuensi pancar sekitar 200-300 MHz.
                     Jangkauan tidak begitu jauh (+/-25m), dan ada interferensi dengan peralatan lain
                     ( HT, HP, dll  --> yang frekuensinya VHF juga ).
2. UHF  --> Ultra High Frekuensi, yaitu frekuensi pancar sekitar 700-800 MHz.
                     Jangkauan lebih jauh(>25m) dan lebih kuat daya tangkapnya dan hampir tidak ada interferensi.

Dari spesifikasi diatas dapat dilihat, bahwa yang paling bagus adalah frekuensi pancar UHF, tapi biasanya harganya lebih mahal.

Berikut beberapa contoh confrence system yang dapat jadi referensi.

1. Ruangan meeting  15 m  x 6 m,  Kapasitas  20 org

MC-8U mempunyai mic 8 bh/setnya, kapasitasnya hanya 2 set, lebih dari itu frekuensi bentrok. Dengan MC-4U yang memiliki mic 4bh, maka kebutuhan mic dapat terpenuhi.  Kapasitas MC-4U sampai 10set (atau 40 mic). Keunggulan dari MC-4U, yaitu frekuensi pancarnya UHF dan frekuensinya bisa diatur (adjustable), jadi mudah settingnya.
Bila ruangan ada cukup plafon yang memungkinkan dipasang ceiling speaker, speaker bisa diganti dengan ceiling speaker tipe ZS-2852, daya 15 Watt, sejumlah 6-8 titik. jarak antar ceiling speaker sehingga distribusi suara merata.

2. Ruang Meeting dengan kapasitas  40 org ,   sekitar 20m x  15m

Bila di inginkan mic lebih dari 40 bh, MC-4U  bisa ditambah lagi sampai 4 set lagi. Menjadi 40 bh + 16 bh = 56 bh.
Karena jumlah mic bertambah, maka equalizer yang digunakan mesti diganti dengan tipe yang lebih tinggi. Mixer bisa pakai tipe SX2442FX ( 16 input mic, 2 input line)

Titik penempatan bisa diatur seperti dibawah, bila kondisi ruangan melebar.  4 bh didepan, 2 bh di kiri-kanan  ( total 6 bh speaker ).

Demikian sementara yang dapat disharing untuk menambah wawasan mengenai confrence wireless system.
Semoga bermanfaat.  Sukses menyertai anda semua.

Explotion Proof Horn Speaker

The TP-M15E Explosion-Proof Speaker provides added safety as to electrical operations, mechanical construction and temperature so as to prevent electrical equipment which do not generate sparks or heat that can ignite an explosive atmosphere under the condition of normal use from generating such sparks and heat.

Specification :
Rated Input 15 W
Rated Impedance 670 Ω (15 W), 1 kΩ (10 W), 2 kΩ (5 W)
Frequency Response 300 Hz - 5.5 kHz
Sensitivity 104 dB (1 W, 1 m)
Category eG4 (Increased safety explosion-proof)
Standard Environmental Condition :
Temperature: -20 ℃ to +40 ℃ Elevation: 1 km or less Relative
humidity: 45 % to 85 %
Others: Dust, corrosive gas or vibration which requires special considerations to be provided in the explosion-prof faciity must not exist.
Finish :
Horn: Ivory Others: Dark brown Bracket materials: Surface zinc treated steel plate (SECC, t3.2)
Dimensions φ392 × 475 (D) mm
Weight 4.9 kg

Download file : Explotion Proof Horn Speaker
Website : www.selyaproduct.com

Jumat, 15 Februari 2013

Hubungan SERI-PARALEL Speaker


Dalam instalasi sound system, selain daya total speaker yang harus diperhatikan, Impedansi total speaker (Z)  juga harus diperhatikan, khususya untuk low impedansi (speaker tanpa mtaching trafo).  Untuk speaker High Impedansi (speaker pakai matching trafo), impedansi tidak perlu diperhatikan, cukup daya total (P) saja yang diperhatikan.

Untuk memperoleh impedansi total yang sesuai dengan impedansi amplifier, maka bisa dilakukan dengan 3 cara :
1. Hubungan SERI
2. Hubungan PARALEL
3. Hubungan SERI-PARALEL

Hubungan SERI, impedansinya dijumlahkan saja, dan daya juga dijumlah.

Hubungan PARALEL, impedansi totalnya kalau impedansi speaker yang diparalel sama, maka cukup impedansi salah satu speaker dibagi jumlah speakernya.
Pada contoh, kebetulan hanya 2 bh speaker 8ohm yang diparalel, jadi Impedansi totalnya 8ohm / 2 = 4ohm.
Contoh lain bila speakernya ada 4 bh, masing-masing impedansinya 8ohm, maka impedansi totalnya menjadi 8ohm / 4 = 2ohm.
Untuk daya total, sama -> hanya dijumlahkan saja.
Hubungan SERI-PARALEL, maka yang seri dicari impedansi totalnya dulu, kemudian di paralel.
Untuk daya dijumlahkan saja.

Demikian sharing pengetahuan semoga bermanfaat.  Diharapkan dengan mengetahui total impedansinya maka tidak terjadi salah pasang yang dapat merusak amplifier.

Prinsip dasarnya adalah impedansi output amplifier < = impedansi speaker
( impedansi output amplifier lebih kecil / sama dengan impedansi speaker ).
artinya impedansi speaker tidak boleh lebih kecil dari impedansi amplifier. Minimal sama / lebih besar.

Wassalam
Admin










Website : www.selyaproduct.com

Senin, 11 Februari 2013

Contoh Aplikasi sound system Masjid 20 x 20 m


Contoh Aplikasi sound system Masjid 20 x 20 m
[03/10/2012, 13:43:14]

Dalam artikel sebelumnya, sudah pernah disampaikan beberapa blok diagram sound system dengan ukuran mushola atau masjid yang berbeda-beda. Kali ini akan ditampilkan contoh aplikasi sound system untuk masjid ukuran 20 x 20 dengan menggunakan beberapa perangkat suara yang lebih komplit ( professional ).

Pada blok diatas, terbagi dalam 2 blok :
1. Blok pertama --> untuk sound system dalam masjid
2. Blok ke dua --> untuk sound system adzan

Penggunaan Array speaker Z-5BHX, untuk mendapatkan suara yang lebih dominan dari depan.  Dengan penyebaran suara yang dimiliki Z-5BHX, maka suara lebih merata dan menghindari efect feedback dan gema, khususnya untuk ruangan yang plafonnya tinggi.

Untuk mimbar bisa juga menggunakan mic podium (goose nect mic )  tipe CM-15P ( tinggi 37,5cm ) atau CM-20P ( tinggi 50cm ), selain memiliki kepakaan sensitifitas yang tinggi, juga di operasikan dengan tegangan phantom yang dapat diperoleh dari mixer. Keuntungannya, tidak boros ganti-ganti batterai.

Mic imam, bisa juga menggunakan mic jepit khusus merk TOA dengan kualitas sangat baik tipe WS-5300  atau yang tipe headset  WS-5300H.  dan mic genggamnya tipe WS-5200.
Merk selain TOA juga bisa pakai mic jepit merk SHURE tipe PGX-14E, yang headset juga ada dg tipe yang sama PGX-14E.  Mic genggam bisa menggunakan merk SHURE juga tipe LX-88III, dengan 2 mic genggam.

Bila saat kutbah di inginkan masuk ke speaker atas ( horn speaker / corong ),  maka bisa menggunakan output monitor dari mixer ke input aux 1 atau 2 dari amplifier  adzan.
Hati-hati, karena suara bass dari mixer dapat merusak horn speaker. Agar aman, bisa dipasang alat pengaman dari output amplifier ke horn speaker.

Untuk mendapatkan kualitas yang baik, setting Equalizer DBX-231S terlebih dahulu dengan menggunakan spectrum analyser, kemudian aktifkan feedback detroyer FBQ-1000.

Berikut titik penempatan speaker

Titik penempatan speaker pada ukuran masjid 20 x 20 M
Alternatif lain, dengan speaker ZS-F2000BM  semua.


Titik penempatan speakernya sebagai berikut :


Catatan :
> Untuk pertimbangan bila ukuran ruangan berbeda.  Jarak penempatan antara ZS-F2000BM  +/- 6-7 meter.
> Bisa juga dikombinasi dengan ZS-1030B daya 30 watt ( bila budget tidak mencukupi ), tetapi penempatan speaker lebih rapat  +/- 4-5 meter untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Jumat, 08 Februari 2013

Modifikasi Horn TOA 25 Watt --->>>> 50 Watt

Apakah horn TOA mushola / masjid anda kurang keras ?  Saatnya ganti dengan horn TOA yang mempunyai daya input 50 Watt, tipe ZH-652M.
Dijamin, dengan horn TOA ZH-652M, suara akan 2 x lebih keras dari biasanya, khususnya horn speaker yang ditanam di menara yang tinggi, horn TOA 50 Watt sangat diperlukan.
Agar suara keluar maksimal, maka daya amplifier mesti diperhitungkan.
Kalau menggunakan ZH-652M  4 bh, maka daya total horn adalah 50 W x 4 = 200 Watt, jadi amplifier mesti pakai ZA-2240  yang mempunyai daya output 240 watt.
Bisa saja kombinasi, yaitu dari 4 bh horn 25 watt ( ZH-5025BM ),  1 bh saja yang diganti dengan ZH-652M, maka daya total 25 W x 3 = 75 Watt + 50 W = 125 Watt.
Amplifier yang digunakan tipe ZA-2120  dengan daya output 120 Watt masih bisa digunakan, meskipun sedikit terlampau, tapi ampli TOA masih mampu kalau hanya lebih 5 watt saja.

Pertanyaan :
Kalau horn lama yg 25 watt saya ganti dengan horn TOA 50 watt,  bagaimana dengan horn lama 25 watt ? Kalau disimpan mubazir. Bisa juga sih disimpan untuk kegiatan yang lain, tapi kalau semuanya 4 bh  (25 watt) diganti semua dengan 50 watt, tentunya tidak efektif kalau disimpan semua.
Bisa saja horn lamanya yang 25 Watt disumbangkan ke mushola / dijual murah untuk pemasukan kas masjid.

Tapi ada cara lain, yaitu merubah horn lama 25 watt --> menjadi 50 watt.
Ini adalah cara yang efisien. Selain tidak ada horn yang disimpan / dijual, juga biayanya lebih murah, bisa sampai 50 % penghematan.
Yaitu cukup beli Driver Unit tipe ZH-652MD ( daya 50 watt, high impedance ), untuk modifikasi horn lama. Lihat ilustrasi dibawah.


Berikut langkah - langkah modifikasinya :
1. Lepas bagian belakang dari horn lama (ZH-5025B/SH-5025BM), dengan melepas semua bautnya, sampai bagian dalamnya terlepas semuanya menjadi bagian-bagian terpisah.
2. Giliran driver unit ZH-652MD, lepas juga semua bautnya menjadi bagian -bagian yang terpisah.
3. Kemudian, magnet + spul + trancase (tutup belakang)  --> dari ZH-652MD  rakit ke horn lama.  Rakit dengan hati-hati agar tidak salah pasang, sampai seperti semula.
4. yang tersisa : uppercver ( bagian depan dari ZH-652MD)  yang tidak terpakai, dan trancase ( tutup belakang ZH-5025B) + magnet + spul --> dari horn lama yang juga tidak terpakai. Simpan bila nanti diperlukan.
5. Tes suara dengan memasang ke amplifier TOA di output COM-100V.  Pastikan suaranya bersih /tidak cacat.  Bila ditemukan suaranya tidak bersih/cacat, maka bongkar lagi, kemungkinan waktu memasang spul kurang lurus.

Demikian sharing pengetahuan bagaimana caranya memanfaatkan horn lama 25 watt menjadi horn berkekuatan 50 watt. Selain tidak ada yang terbuang, juga biayanya menjadi lebih murah.

Saran : 
Kalau memang tidak bisa modifikasi sendiri, bisa minta tolong teknisi / orang lain yang mengerti untuk melakukan modifikasi.

Selamat mencoba berkreasi ....