Informasi

Marhaban ya Romadhon, sebentar lagi akan datang bulan Suci Romadhon bagi Umat Muslim, saatnya persiapan mental dan prasarana ibadah. Mumpung masih jauh-jauh hari, segera lakukan perbaikan dari sekarang sebelum waktu dipakai bermasalah. Kami siap membantu baik pengadaan barang, renovasi atau sekedar konsultasi saja. Hubungi Telp Toko SELYA PRODUCT untuk pembelian barang di 021-87918341 atau email ke selya_product@yahoo.co.id Salam dan sukses

Selasa, 23 Juli 2013

Suara adzan kurang keras ?

Saya sering mendapat pertanyaan, bagaimana caranya agar suara adzan bisa keras terdengar ? 
Berbagai usaha yang sering dilakukan pengurus Masjid / Mushola agar suara adzannya menjadi lebih keras yaitu dengan mengganti amplifier dengan daya besar, atau menambah volume amplifier sekeras-kerasnya tanpa mengabaikan tanda peringatan yang ada di amplifier.
Tapi usahanya belum berhasil.  bahkan yang terjadi spulnya sering putus.  Kenapa ???

Untuk menjawabnya, berikut ulasan yang dapat saya sampaikan agar bisa menambah wawasan bagi pengurus mushola / Masjid agar langkah yang diambil menjadi tepat sasaran, bukan coba-coba yang menghambur-hamburkan uang kas masjid / mushola.

1. Mengganti amplifier dengan daya lebih besar.
     Cara ini ampuh bila memang ternyata setelah dikalkulasi ulang daya total speaker TOA lebih besar dibandingkan daya amplifier.  Misal : speaker TOA  ( saya sebut speaker TOA saja untuk menggantikan horn speaker, karena lebih dikenal orang..red),  yang terpasang berjumlah 3 buah, amplifier yang dipakai dayanya 60 watt.
Dengan kondisi seperti ini sudah dapat dipastikan, suara adzan tidak akan keras, dan bahkan suaranya agak pecah bila volume dipaksakan.
3 buah speaker TOA mempunyai daya total 25 watt x 3 bh = 75 watt. Agar suaranya keras maka daya amplifier harus minimal 75 watt atau lebih.  Jadi sangat tepat bila amplifier diganti dengan daya yang lebih besar, misal dengan amplifier 120 watt.
    Tapi dengan cara mengganti amplifier dengan daya besar tidak akan berhasil dan bahkan menyebabkan spul rusak / terbakar bila speaker TOA bukan tipe high impedan (tanpa trafo matching didalamnya: ZH-5025B atau ZH-5025BB).  Kenapa ?  karena dengan mengganti amplifier yang lebih besar, dari kebutuhannya maka semua daya amplifier akan masuk ke speaker TOA yang mengakibatkan spul terbakar.  Hal ini disebabkan, speaker TOA tanpa trafo matching didalamnya, tidak ada pembatas daya, berapapun daya yang diterima semuanya di teruskan ke spul akibatnya spul tidak kat menahan daya besar dan akhirnya terbakar/putus.
    Bila speaker TOA ada matching trafonya didalamnya ( tipe High Impedance : ZH-5025BM), maka penggantian daya tidak berpengaruh banyak, ada kenaikan tapi tidak banyak terasa perubahannya. Kenapa ?
Karena daya yang dikeluarkan oleh amplifier sebesar apapun oleh matching trafo akan dibatasi sesuai kebutuhan dari spulnya saja. Meskipun amplifiernya 240 watt, maka daya yang dilewatkan oleh matching trafo akan tetap sebesar 25 watt saja.
Jadi artinya penggantian daya besar untuk speaker TOA yang ada matching trafonya didalamnya tidak berpengaruh pada hasil suara yang dihasilkan.

2. Menaikkan volume amplifier
    Cara ini memang berpengaruh pada hasil output suara yang dihasilkan, tapi bila berlebihan dengan lampu indikator PEAK yang nyala merah terus, maka siap-siap segera mengganti spul speaker TOA anda.  Kenapa ?
Karena bila lampu PEAK menyala itu menandakan suara dalam keadaan distorsi / cacat, dengan suara yang cacat maka getaran spul menjadi tidak terarah. Harusnya getaran spul keatas-kebawah, karena sinyalnya cacat maka getaran spul akan kesegala arah. Bisa bergetar ke samping kiri atau kanan. Bila ini terus berlangsung lama dan sangat kuat getarannya maka spul akan menyentuh plate besi magnet yang ada di pinggir spul, akibatnya timbul gesekan-gesekan antara spul dengan plat besi tadi.  Yang pada akhirnya gulungan kawat di spul terkelupas yang menyebabkan short dan akhirnya terbakar.
    Standar setting suara yang diperbolehkan yaitu lampu indikator PEAK nyala kedip-kedip saja, sesekali saja berkedipnya, ini masih normal.
Jadi cara menaikkan volume secara ekstrim tidaklah efektif dan juga tidak dibenarkan, karena dapat menjadikan spul rusak.

3. Mengganti Speaker TOA lama 25 watt --> 50 watt (ZH-652M)
    Salah satu cara yang efektif yaitu mengganti speaker TOA yang 25 watt  (ZH-5025BM)  --> dengan speaker TOA dengan daya yang lebih besar yaitu 50 watt (tipe ZH-652M ). Dengan daya yang 2 x lipat ini bisa menambah jangkauan suara sampai 1,5 x nya lebih.
Kelemahannya : daerah sekitar masjid akan merasa berisik, karena suaranya juga akan lebih keras dari sebelumnya.  Kecuali bila dipasang di menara masjid yang tinggi, tidak begitu mengganggu warga sekitar.
Setelah mengganti speaker TOA menjadi 50 watt, hal yang harus diperhatikan yaitu kemampuan dari amplifiernya.  Bila daya amplifier dibawah total daya speaker maka harus diganti juga.
Misal, speaker TOA yang terpasang 4 bh x 50 watt = 200 watt,  maka amplifier yang sesuai yaitu yang mempunyai daya keluaran 240 watt ( tipe ZA-2240 ).
Kabel speaker juga perlu diperhatikan, bila kabel yang dipakai terlalu kecil, mak perlu diganti dengan yang lebih besar.  Standar untuk pemakaian daya 200 watt diperlukan kabel dengan ukuran 2 x 1,5.  atau bisa saja menggunakan kabel 2 x 0.75 tapi kabel di tarik 2 kabel dari atas ke ampli.  Jadi 1 kabel melayani 2 speaker TOA.
Dengan kabel yang sesuai, daya dari amplifier semuanya mengalir ke speaker TOA tanpa adanya hambatan dari kabel speaker.

4. Menambah jumlah speaker TOA
    Cara lain yaitu menambah jumlah speaker yang terpasang. 
Ada 2 cara menyusun tambahan speaker TOA :
a.  Speaker TOA ditambahkan disebelahnya.
     Bila penambahan disebelahnya dengan arah yang berbeda maka jangkauan suara yang dihasilkan tetap, tapi arah penyebaran suara bertambah luas. Yang tadinya daerah sekitar masjid suaranya kecil saat adzan, karena tidak lurus dengan speaker TOA maka dengan adanya penambahan speaker ini dia mendapatkan suara yang langsung dari speakr TOA, sehingga terdengar suara adzan lebih keras.
b. Speaker TOA ditambahkan berjajar ke bawah.
    Bila penambahan speaker TOA di letakkan sejajar dg speaker lama ( di jajar ke bawah ), maka jangkauan suara yang dihasilkan menjadi 1,5 x nya dari sebelumnya. dan daerah penyebaran ke samping kiri dan kanan juga menjadi lebih luas.

Jadi kalau melihat kelebihan dari kedua cara cara menyusun penambahan speaker TOA, kita bisa menyimpulkan, bila di inginkan jangkauan suara lebih jauh dan daerah penyebaran suara lebih luas, maka tambahan speaker TOA di susun ke bawah.

Dan Yang perlu diperhatikan, kemampuan amplifier juga harus di lihat lagi, apakah masih mampu untuk mendorong speaker TOA dengan jumlah banyak ? Bila dayanya kurang maka amplifier harus diganti dengan yang lebih besar juga.
Perhatikan perbedaan daerah penyebaran dan jangkauan suara dari speaker TOA.











* Warna kuning --> daerah penyebaran suara.



Demikian sharing pengetahuan mengenai speaker TOA, semoga bermanfaat.

Link website : www.selyaproduct.com

Senin, 22 Juli 2013

MUI : Tadarus pakai pengeras suara jangan sampai tengah malam

Reporter : Ya'cob Billiocta
Senin, 22 Juli 2013 07:27:00
MUI. ©2012 Merdeka.com
214


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat, agar memanfaatkan pengeras suara untuk tadarus Alquran setelah shalat tarawih tidak berlebihan.

"Sangat bagus kalau masyarakat kita tadarusan itu akan menyemarakkan bulan suci Ramadan. Tetapi kalau menggunakan pengeras suara jangan keterusan sampai tengah malam. Karena sebagian warga kita yang lainnya juga ingin istirahat," kata Ketua MUI Bengkulu, Rusydi Syam di Bengkulu, Senin (22/7). Demikian tulis Antara.

Rusydi menjelaskan, hal tersebut ditujukan supaya tidak mengganggu warga lainnya yang sedang istirahat. Dia mengajak pengurus masjid dan masyarakat yang memanfaatkan pengeras suara, agar menggunakan seperlunya saja.

"Kita harus menghargai masyarakat lain. Yang kita khawatirkan bukan kebaikan yang banyak ditimbulkan melainkan malah dampak keburukannya,"

Menurut dia pemanfaatan pengeras suara masjid seharusnya dikontrol agar tidak menjadi gangguan di tengah masyarakat.

"Bukan melarang memakai pengeras suara tetapi gunakanlah dengan volume yang tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan juga tidak baik dan di agama kita juga dilarang tindakan-tindakan yang berlebihan," kata dia.

Bagaimana menurut anda ???

Selasa, 09 Juli 2013

Merubah Low Impedance speaker --> High Impedance speaker

Dalam beberapa artikel terdahulu telah disampaikan, bahwa dalam instalasi speaker dalam jumlah banyak paling efisien dan mudah dalam pemasangannya adalah menggunakan tipe High Impedance  atau Impedansi Tinggi. Karena kebanyakan untuk Horn speaker yang sudah terpasang / terlanjur dibeli adalah tipe low impedansi, maka perlu adanya modifikasi dari low impedance --> high impedance. Bagaimana cara merubahnya ? berikut ulasannya untuk anda.

Merubah Horn speaker Impedansi rendah --> Impedansi tinggi
Apabila di Masjid sudah ada speaker ZH-5025B ( impedansi rendah ), tidak perlu beli lagi tapi cukup beli Matching transformer model : ZT-351 dengan kapasitas daya sampai 30 Watt.  Daya dapat dipilih sesuai kebutuhan, mulai dari 10 watt - 30 watt.
Beberapa model lainya yang bisa dipasang ZT-351 :
> ZH-610S, ZH-615S, ZH-625S, ZH-2015, ZH-2515, ZH-4015, ZH-5025, ZH-5025BB, ZH-5025B

Peringatan !
Jangan salah pasang, perhatikan betul-betul berapa daya speaker yang terpasang dan pasang di tap yang sesuai.  Kesalahan akan berakibat kerusakan pada speaker.

Pemasangan ZT-351
Pemasangan mudah yaitu kabel ZH-5025B di hubungkan ke output MT dan input MT dihubungkan ke amplifier. Pilih tap input MT di daya 25W atau com-400 ohm ( sesuai dengan daya ZH-5025B = 25 Watt ).
Cara pasang lihat ilustrasi diagram berikut.
Blok diagram pemasangan MT ke Speaker Horn Speaker
Cara penyambungan kabel ZT-351 ke ZH-5025B :
  Com (amplifier ) --> com ( ZT-351 ),  100V (amplifier) --> 400 ohm (ZT-351)
  0 ( ZT-351 ) --> kabel putih ( speaker ), 16 ohm ( ZT-351 ) ---> kabel hitam (speaker)
Perhatikan ilustrasi pemasangan berikut :
Cara pemasangan ZT-351
Peringatan !!
1. Satu ZT-351 --> hanya untuk 1 speaker ZH-5025B, bila ada 4 buah speaker ZH-5025B, maka harus di pasang masing-masing.
Pemasangan ZT-351  --> 4 bh horn speaker
2. Jarak pemasangan ideal --> dekat dengan Horn speaker, maksimum 1 meter dari speaker untuk memperoleh distribusi daya paling optimal (menghindari rugi-rugi daya kabel)

Berikut ilustrasi pemasangan Matching transformer yang baik.
Pemasangan MT ke speaker

Untuk informasi produk TOA, klik tautan berikut : http://selyaproduct.com/?prdc=ya&kid=8&kid_sub=5

Demikian penjelasannya bagaimana merubah Horn speaker low impedance --> menjadi High Impedance.

Sabtu, 06 Juli 2013

Cara Menangkal & Mengobati Sihir







 
CARA MENANGKAL SIHIR
Ada dua cara dalam menanggulangi bahaya yang ditimbulkan karena kejahatan ilmu sihir, Pertama: dengan ruqyah syar’iyyah yang diperbolehkan. Dan kedua: ruqyah syaethaniyyah, cara yang tidak diperkenankan oleh Allah dan RosulNya.


 

RUQYAH SYAR’IYYAH
Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani menyebutkan: “Ruqyah syar’iyyah adalah cara penyembuhan dengan membacakan ayat al qur’an atau do’a yang bersumber dari as sunnah yang shahih.” (Dhaif sunanut tirmidzi, hal: 231-232).


Syarat-syarat Ruqyah Syar’iyyah: 
Syeikh Sulaeman At Tamimy berkata: “Imam Suyuthy berkata: Para ulama telah sepakat akan diperbolehkannya ruqyah syar’iyyah dengan syarat:
1. Menggunakan perkataan Allah Azza wa Jalla atau dengan nama-nama dan sifat-sifatNya.
2. Menggunakan bahasa arab dan dengan sesuatu yang bisa difahami artinya.
3. Berkeyakinan bahwa ruqyah dengan sendirinya tidak memiliki pengaruh kecuali dengan taqdir Allah Azza wa Jalla.” (lihat: Taisirul Azizil Hamied, hal: 167)

Cara Pengobatan Dengan Ruqyah Syar’iyyah
a. Langkah preventif, (sebelum terjadinya sihir): membentengi diri dengan dzikir dan do’a harian yang diajarkan oleh Rosulullah SAW, membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardu dan ketika akan tidur, membaca s. Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas, setiap selesai shalat fardu dan di waktu pagi dan petang sebanyak tiga kali, dan begitu juga ketika akan tidur, serta membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqoroh di awal malam.
Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang membaca ayat kursi di waktu malam, maka Allah akan menjaganya, dan setan tidak mendekatinya sampai pagi.” Dan di dalam hadits yang lain: “Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqoroh di waktu malam, maka Allah akan menjaganya.”
Demikian juga dengan memperbanyak berlindung kepada Allah Azza wa Jalla dengan do’a:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَاخَلَقَ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah diciptakan.”

Dibaca di waktu siang dan malam, dan ketika menempati suatu tempat, baik itu rumah, padang pasir, hutan ataupun laut dan udara, karena Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menempati suatu tempat, kemudian ia mengatakan: (A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq), maka ia tidak akan ditimpa oleh suatu bahaya apapun sehingga ia meninggalkan tempat itu.”

Demikian juga dengan memperbanyak bacaan:

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فيِ الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dengan nama Allah, tidak ada yang membahayakan bersama namaNya sesuatupun yang ada di bumi dan di langit, Dia Maha mendengar dan Maha mengetahui.”

Dibaca di awal waktu siang dan awal waktu malam, sebanyak 3 x sebagaimana telah disebutkan oleh Rosulullah SAW karena hal itu sebab terjaganya dari segala kejelekan.
Dzikir-dzikir dan wirid ini adalah salah satu sebab terbesar yang dapat menjaga dari kejahatan ilmu sihir dan kejahatan lainnya bagi orang yang selalu menjaganya dengan penuh ketulusan yang didasari oleh keimanan kepada Allah dan menyandarkan diri kepadaNya serta ketundukan hati dalam menerima segala konsekwensi dan tuntutannya. Dan demikian pula ia merupakan senjata terampuh dalam menghilangkan sihir setelah menimpanya, bila disertai dengan ketundukan kepada Allah dan permohonan kepadaNya agar Ia menyingkapkan bahaya dan penyakitnya.

Langkah Rehabilitatif (Setelah terjadinya sihir)
Di antara do’a-do’a yang shahih dalam menyembuhkan penyakit-penyakit yang disebabkan dari ilmu sihir atau kejahatan lain, adalah do’a ruqyah Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bagi para sahabatnya, yaitu:
(اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً).
“Ya Allah, Robb manusia, hilangkanlah rasa sakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dariMu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” ( Dibaca sebanyak 3 x)

Begitu pula dengan do’a Malaikat Jibril AS ketika beliau meruqyah Rosulullah SAW, dengan do’anya:

(بِسْمِ اللهِ أُرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْئٍ يُؤْذِيْكَ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أُرْقِيْكَ)
“Dengan nama Allah, aku menjampimu dari segala yang menyakitkanmu dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampimu.” (dibaca 3 X)

Dan diantara cara pengobatan sihir setelah terjadinya juga, terutama hal ini dapat bermanfaat bagi laki-laki yang tidak bisa mengauli istrinya, adalah: “Ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, tumbuklah dengan batu atau dengan alat lain, letakkanlah dalam sebuah bejana, kemudian tuangkanlah kedalam air yang cukup untuk dipakai mandi, dan bacakanlah kedalamnya ayat kursi, surat Al kafirun, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq dan surat An Naas, kemudian bacakan juga ayat-ayat yang berkenaan dengan sihir, seperti surat Al A’raf ayat 117-119, surat Yunus ayat 79-82, dan surat Thaha ayat 65-69. Setelah ayat-ayat tersebut dibacakan ke dalam air itu, minumlah tiga tegukan, kemudian sisanya digunakan untuk mandi. Dengan demikian, insya Allah penyakit itu akan hilang. Dan jikalau diperlukan, lakukanlah dua kali atau lebih sehingga penyakit tersebut hilang.”
Dan di antara pengobatan sihir yang dapat bermanfaat juga –bahkan ini merupakan cara paling ampuh dalam membasmi sihir adalah dengan cara berusaha mencari tempat disimpannya sihir yang dipergunakan, baik itu di dalam tanah, di atas gunung, atau di tempat lain.
Apabila telah diketahui, keluarkan dan musnahkanlah, maka sihirnyapun akan leyap.
Inilah diantara pengobatan yang disyariatkan dalam menanggulangi penyakit yang ditimbulkan oleh ilmu sihir.

RUQYAH SYAETHANIYYAH
Ruqyah syaethaniyyah adalah cara pengobatan sihir dari pasien dengan memohon bantuan kepada tukang sihir untuk menyembuhkannya, atau menyembuhkan sihir dengan sihir serupa dari tukang sihir yang lain.
Cara seperti ini biasa dipergunakan oleh para tukang sihir dengan cara mendekatkan diri kepada jin dengan menyembelih binatang atau dengan bentuk ketaatan lain kepadanya. Cara seperti ini tidak diperkenankan dalam Islam, karena termasuk ke dalam pekerjaan setan dan bahkan termasuk syikrik akbar. Oleh sebab itu sepatutnya kita senantiasa berwaspada, sebagaimana kita juga tidak diperbolehkan untuk mengobatinya dengan bertanya kepada dukun, peramal dan tukang tenung, atau dengan membenarkan ucapan mereka, karena mereka adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Azza wa Jalla, para pembohong, yang telah mengaku bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib serta menipu manusia. Oleh sebab itulah Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan kita sekalian agar tidak datang kepada mereka, beliau bersabda:

من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم.
 “Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun lalu membenarkan apa yang ia katakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.” (HR. Abu Dawud).  

Dan ketika Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang ruqyah bentuk kedua ini, beliau bersabda:
هي من عمل الشيطان
“Dia (nusyroh atau ruqyah bentuk ini) adalah dari perbuatan setan.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

*) Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, lihat Hukmus Sihri wal Aahanah wa Maa Yata’allaq Biha, hal: 8-15.